Demi
Allah yang memegang jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang yang pernah melemparkan
sesuap makanan haram ke dalam mulutnya (perutnya), maka tidaklah akan dikabulkan
doanya selama selama 40 hari. Siapa saja manusia yang dagingnya tumbuh
dari makanan yang haram, maka nerakalah yang berhak untuk orang itu."
(HR. Alhaafidh Abubakar bin Mardawih dikutip oleh Alhaafidh Ibnu Kathin
dalam tafsirnya).
Sudah lelah rasanya berdoa dan memunajat, namun mengapa Allah tidak
pula memperkenankan.
Permohonan dan permintaan tidak pula Dia kabulkan.
Kadang kecewa dan putus asa bila demikian adanya. Bahkan timbul penilaian,
Allah telah ingkar janji dengan perkataan-Nya sendiri. Padahal Dia telah
menyatakan, "Ud'uunii astajiblakum", berdoalah kepada-Ku,
niscaya Ku-kabulkan. Tapi mana buktinya!
Inilah ucapan orang-orang yang tidak pernah mempelajari Al-Qur'an dan
Al Hadits. Mereka tidak mengerti bahwa berdoa itu tidak dikerjakan secara
sembrono dan sembarangan, tetapi perlu adab-adab dan syarat-syarat tertentu.
Mereka menganggap berdoa itu pekerjaan yang sepele dan gampang. Sehingga
mereka sering meremehkan dan akibatnya doa tak pernah terkabulkan. Kemudian
timbul persangkaan buruk kepada Allah.
Jadi, apa yang menyebabkan doa tidak dikabulkan? banyak hal yang menyebabkan
permohonan dan permintaan tidak dikabulkan? Banyak hal yang menyebabkan
permohonan dan permintaan tidak diperkenankan Allah. Sudahkan kita menghindari
perut kita dari makanan dan minuman yang diharamkan Allah? Bila masih tatap
saja perut kita terisi dengan hal-hal yang haram, tentulah doa yang kita
panjatkan tak pernah Allah kabulkan.
Sesuap makanan saja, akan mengakibatkan doa kita selama 40 hari tidak
terkabul, apabila bila makanan haram yang masuk ke perut kita lebih dari
sesuap bahkan berkali-kali sehingga tak terhitung lagi, sudah tentu sampai
matipun kita berdoa, Allah tak akan mengabulkannya.
Untuk itu agar doa dikabulkan Allah, perlu pengetahuan dalam tata cara
berdoa yang diberitakan Rasulullah. Bagaimana sunnahnya agar permohonan
dan permintaan diperkenankan.
Langkah pertama, hindari perut dari kemasukan barang-barang haram. Jangan
sampai sesuap pun makanan haram yang kita telan. Jangan setegukpun minuman
haram yang kita minum. Selektiflah dalam memilih makanan, yang meragukan
sebaiknya ditinggalkan. Pilih saja makanan atau minuman yang benar-benar
halal dan baik. Allah berfirman,
"Hai sekalian manusia, makanlah
yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah
musuh yang nyata bagimu." (QS. al-Baqarah : 168)
Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari
ketaatan kita kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Bila kita
selalu taat kepada Allah dan dalam mengarungi kehidupan ini senantiasa
berada dalam kebenaran, tentulah segala apa yang kita mohon, kita panjatkan,
dan kita minta pastilah Allah akan mengabulkannya.
"Aku mengabulkan mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila
ia berdoa kepadaku maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu
dan hendaklah mereka berikan kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam
kebenaran." (QS. al-Baqarah :186)
Langkah kedua, Karena doa ini pekerjaan yang agung dan sangat utama,
sebagai inti ibadah, maka dalam pelaksanaannya harus khusyu'dan serius
tidak dengan main-main. Usahakan dalam berdoa ini dengan penuh keyakinan,
penuh harap dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang,
tidak tergesa-gesa, dengan keimanan, dan tahu akan hakikat yang diminta.
Allah telah menyatakan,
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang
lembut .." (QS. al-A'raf : 55)
Langkah ketiga, mengetahui waktu-waktu doa dikabulkan. Walaupun berdoa
ini bisa dilakukan sembarang waktu, namun ada waktu-waktu yang memang disunnahkan.
Insya Allah pada waktu-waktu ini segala doa akan diperkenankan dan dikabulkan.
Ditengah malam yang sunyi dimana orang-orang terlelap dengan tidurnya,
ditemani mimpi-mimpi, kita terjaga, berdiri, ruku', sujud, dan memunajat
kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan dan penuh harap, tentulah Allah akan
mendengar dan memperkenankan ratapan, permintaan, dan permohonan kita.
Di akhir-akhir shalat fardhu, di waktu tahiyyat akhir (sebelum), adalah
waktu-waktu yang sangat tepat untuk berdoa. Doa apa saja, yang mengarah
pada kebaikan, tentu Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW ditanya,
"Pada waktu apa doa manusia lebih didengar Allah?" Lalu Rasulullah
menjawab, "Pada tengah malam, pada akhir tiap shalat fardhu."
(Mashabih Assunah).
Selain tengah malam dan akhir shalat fardhu, ada juga waktu-waktu yang
dimakbulkan doanya sudah tidak diragukan lagi, dan ini pun merupakan sunnah-sunnah
Rasulullah SAW. Seperti di sepertiga malam sampai fajar, diantara adzan
dan iqamat, di waktu sujud, di bulan Ramadhan, dan di malam lailatul qadar.
Langkah keempat, orang-orang tertentu yang dikabulkan doanya. Walaupun
setiap orang yang berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan memenuhi
persyaratan-persyaratannya akan dikabulkan, namun ada orang yang doanya
dijamin diperkenankan Allah. Setiap ratapan doanya didengar dan dikabulkan.
Segala permintaan dan permohonannya mesti diberikan tanpa terkecuali. Allah
ridha kepada mereka dan begitu menaruh perhatian yang sangat. Allah istimewakan
mereka, karena pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada tara, akhlak yang
mulia dan juga ketabahannya dalam menapaki kebenaran.
Allah istimewakan kedua orang tua yang mengasuh, mendidik, dan menafkahi
anaknya dengan penuh kasih sayang. Mereka bimbing anaknya menuju jalan
yang diridhai Allah, sampai usia anak dewasa. Orang tua seperti inilah
yang segala permintaan dan permohonannya dikabulkan.
Musafir yang bepergian untuk maksud baik dan tujuan mulia, orang yang
menolong orang lain yang dalam kesempitan, seorang muslim yang mendoakan
teman-temannya yang tidak hadir, dan orang shalih, doanya akan diperkenankan
dan dikabulkan Allah SWT. Seperti halnya orang tua yang mangasuh anaknya
tadi.
Di samping orang-orang yang telah disebut di atas yang dikabulkan doanya,
ada juga doa orang-orang yang diangkat Allah ke atas awan, dibukakan pintu
langit, dan Allah tidak menolak doanya, yaitu orang yang berpuasa sampai
dia berbuka, penguasa yang adil dan orang yang teraniaya.
"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa
sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya.
Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit
dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu)
meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)
Dari rangkaian ulasan tentang doa di atas, nyatalah bahwa berdoa itu
tidak sembarangan dan main-main, tapi memerlukan syarat-syarat yang harus
dipenuhi, sehingga janji-janji Allah yang akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya
akan menjadi kenyataan. namun harus diingat bahwa Allah dalam mengabulkan
doa seseorang hamba, ada yang langsung terkabul di dunia, ada yang ditabung
sampai di akhirat, dan ada pula diganti dengan mencegahnya dari bencana.
"Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya
dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya
baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau
diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa." (HR.
Atthabrani).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar